You are here

DESTINASI FOMUNY DI PANTAI PARANGTRITIS

.

Yogyakarta – Family of Mahadiksi UNY (Fomuny) kembali adakan kegiatan up-grading pada Sabtu hingga Minggu (13-14/2) di  Joglo Pantai Parangtritis. Acara yang diperuntukkan kepada pengurus Fomuny periode 2015/2016 berkonsep diskusi nyantai dengan tak lupa menguatkan rasa kekeluargaan. Suasana acara ini semakin ramai karena turut didukung juga oleh Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) yang ikut hadir sekedar memberikan masukkan yang konstruktif kepada Fomuny agar kelak lebih baik.

Perlu diketahui, Fomuny merupakan sebuah paguyuban mahasiswa bidikmisi (mahadiksi) di UNY. Mereka memiliki berbagai kegiatan yang bersifat edukatif hingga peduli lingkungan. Seperti kegiatan up-grading ini yang tak hanya untuk pengembangan pengurus melalui games edukatif dan diskusi terbatas, tapi ada juga berbagi nasi bungkus (bernas) kepada warga sekitar.Respon yang diterima oleh Fomuny dari warga sekitar pun cukup baik karena terus mengingatkan untuk lebih hati-hati saat malam hari.

Agenda up-grading diawali dengan berbagi nasi bungkus (bernas) disambut baik oleh warga sekitar. Alhasil Fomuny kebanjiran peringatan dari warga sekitar sebagai bentuk perhatian mereka seperti untuk lebih berhati-hati terhadap lingkungan sekitar saat malam. “Keadaan malam nggak seperti ini mas, hati-hati,” ujar pekerja dinas kebersihan yang berada di pantai Parangtritis.

Usai “Bernas” kepada warga sekitar, dilanjutkan dengan diskusi terbatas yang dibarengi dari berbagai lintas generasi. Ada dari generasi 2012, 2013, 2014, hingga yang termuda 2015. Saat berbincang santai yang dipimpin oleh Teguh Arifin selaku ketua Fomuny sekarang, DPO turut memberi koreksi terkait kurang adanya agenda yang memiliki daya tawar keluar. Tujuan jelas agar Fomuny lebih dikenal oleh mahadiksi yang lain di UNY maupun kampus lain. Tidak hanya dalam hal position bargaining, untuk rasa kekeluargaan antar pengurus pun dirasakan DPO masih perlu dikembangkan agar dapat kompak dalam bergerak memperjuangkan mahadiksi UNY. “Kalian itu Fomuny, bukan departemen,” ujar Raditya Nugroho selaku pendiri Fomuny generasi pertama sambil mengerutkan jidat.

Puas berdiskusi, kemudian dilanjutkan dengan games edukatif sembari bernostalgia masa kecil. Salah satunya yakni polisi-polisi numpang tanya. Keceriaan pengurus pun terlukis dengan antusiasme saat temannya ada yang tak bisa menjawab tantangan yang dilontarkan. Selesai dengan games, dilanjutkan pentas seni dan ditutup hari pertama dengan membuat api unggun dan makan ubi bakar bersama.

Sementara itu, agenda hari kedua dimulai dengan melihat matahari terbit bersama kemudian games yang pelaksanaannya berkelompok untuk menguatkan rasa kekeluargaan antar pengurus. “Menyenangkan dan makin dekat dengan yang lain,” ujar Ayu Wulandari mahadiksi FBS 2014.  Harapan dari Teguh saat di ujung acara, semoga dengan terlaksananya acara ini mampu menguatkan rasa kekeluargaan antar pengurus dan Fomuny makin berkembang. [Edwin-Apw].